Perkembangan Random Access Memory
The Power Of Knowledge | 21.27 |
1. R A M
Perkembangan
RAM (Random Access Memory) mulanya
ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar-besaran oleh Intel
pada tahun 1968, Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt
untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77 MHz, dengan waktu akses memori (access
time) sekitar 200 ns (1ns = 10-9 detik). RAM generasi pertama ini menggunakan prototipe
30 pin pada motherboard.
2. D RAM

3. FP RAM

4. EDO RAM
Pada
tahun 1995, terjadi penyempurnaan dari FPM dan diciptakan memori jenis EDO DRAM
(Extended Data Output Dynamic Random
Access Memory). Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20
persen. Access time yang dimiliki cukup
bervariasi, yaitu sekitar 70 ns hingga 50 ns dan bekerja pada frekuensi 33 MHz
hingga 75 MHz. Prototipe
yang digunakan pada motherboard memiliki 72 pin. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM,
namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan
kemampuan. Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan
kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
5. SD RAM
PC66
Pada tahun
1996 Kingston menciptakan SD RAM (Synchronous
Dynamic Random Access Memory) yaitu sebuah modul memori yang dapat bekerja
pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang
bekerja pada prosessor. SD RAM membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan
mempunyai access time sebesar 10ns. SD
RAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus
66 MHz.
Dengan
kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, maka
dengan cepat memori PC 66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis
prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun
kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat
dengan menggunakan memori PC 66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun
masih menggunakan sistem memori SD RAM PC 66.
6. SD RAM
PC 100
Selang
kurun waktu setahun setelah PC 66 diproduksi, Intel membuat standar baru jenis
memori yang merupakan pengembangan dari memori PC 66. Standar ini diciptakan
oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1. Chipset
ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100 MHz sekaligus
dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100
MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100 MHz sementara Intel tetap
menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori
SD RAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100 MHz. Seperti pendahulunya PC 66,
memori SD RAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC 100. Tegangan kerja yang
digunakan sebesar 3,3 volt, memori PC 100 mempunyai access time sebesar 8ns, selain itu memori PC 100 mampu mengalirkan
data sebesar 800 MB per detiknya.
Memori
PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor
berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun
diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncul yang disebut
dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7
adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi
awal dan Intel Celeron II generasi awal.
7. DR DRAM
Pada
tahun 1999, Rambus menciptakan DR DRAM (Direct
Rambus Dynamic Random Access Memory) yaitu sebuah sistem memori dengan
arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM. Dengan hanya menggunakan tegangan
sebesar 2,5 volt, DR DRAM yang bekerja pada sistem bus 800 MHz melalui sistem
bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar
1,6 GB per detiknya (1 GB = 1000 MHz). Sayangnya DR DRAM ini kurang diminati karena
tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu
sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak dan harganya
yang sangat mahal.
8. RD RAM
PC800

9. SD RAM
PC 133
Di tahun
yang sama, SD RAM PC 133 mulai dikembangkan dari RD RAM PC 800. Memori SD RAM
PC 133 ini bekerja pada access time
sebesar 7,5 ns dengan bus berfrekuensi 133 MHz dan mampu mengalirkan data
sebesar 1,06 GB per detiknya. Walaupun dikembangkan untuk bekerja pada
frekuensi bus 133 MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus
100 MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC 100 pada
frekuensi tersebut.
10. SD RAM
PC 150

11. DDR SD RAM
/ DDR RAM
Di tahun
2000, Crucial menemukan DDR SD RAM (Double
Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory). DDR SD RAM berhasil dikembangkan
setara dengan kemampuan dua kali lipat memori SD RAM. Jika pada SD RAM biasa
hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SD RAM mampu menjalankan double clock cycle dalam waktu yang
sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu
gelombang frekuensi. Jika pada SD RAM biasa hanya melakukan instruksi pada
gelombang positif saja, maka DDR SD RAM menjalankan instruksi baik pada
gelombang positif maupun gelombang negatif. Pada memori jenis DDR 1,
chip memori (IC)yang digunakan pada board modul memori adalah adalah jenis TSOP
(Thin Small-Outline Packege). Bentuknya adalah empat persegi panjang dengan
kaki-kaki di sisi kiri dan kanannya.
Memori
DDR SD RAM bekerja pada sistem bus dengan frekuensi sebesar 100-133 MHz dan akan
bekerja secara efektif pada frekuensi 200-400 MHz dengan voltase 2,5 V
hingga 2,6 V. DDR SD RAM pertama kali digunakan pada kartu
grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird yang pertama kali
memanfaatkannya. Prototipe
yang digunakan pada motherboard memiliki 184 pin.
DDR SDRAM ini
juga memiliki beberapa jenis, diantaranya DDR-200 yang memiliki memory clock
100 MHz, DDR-266 yang memiliki memory clock 133 MHz, DDR-333 dengan memory
clock 166 MHz, serta DDR-400 dengan memory clock 200 MHz.
12. DDR 2 SD
RAM
Kehadiran
memori DDR2 pada tahun 2004 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori
mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses
segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat
ganda. Pada memori jenis DDR2, jenis chip memori yang digunakan adalah
tipe BGA (Ball Grid Away). Bentuknya ada yang empat persei panjang, adapula
yang berbentuk bujur sangkar.
Perbedaan
pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency
mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan
kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat,
baik di sisi prosesor maupun grafik. Memory clock pada DDR2 yaitu antara
100 MHz sampai 266 MHz dan frekuensi transfer antara 400-1966 MHz. Selain
itu, kebutuhan voltase DDR2 juga ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih
sedikit untuk menulis dan membaca pada memori. Jika pada DDR kebutuhan voltase
tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Teknologi
DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antarmuka
grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM.
Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga
penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung
DDR2. Prototipe yang
digunakan pada motherboard memiliki 240 pin.
13. DDR 3 SD
RAM
DDR 3 SD
RAM mulai diperkenalkan pada 2005, namun baru resmi dipasarkan mulai Juni
2007 lewat produk Motherboard P35 Bearlake. RAM ini membutuhkan daya yang lebih sedikit jika
dibandingkan dengan DDR dan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah
menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v,
lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Sedangkan
memory clock DDR3 hampir sama dengan DDR2 yaitu dari 100-266 MHz. Bedanya
terletak di frekuensi transfernya yang mencapai 2133 MHz. Prototipe
yang digunakan DDR3 sama dengan DDR2 yaitu memiliki 240 pin. Dan untuk
DDR 3 ini memiliki kesamaan dengan memori jenis DDR 2 yaitu dengan BGA (Ball
Grid Away).
Keunggulan DDR3
adalah kemampuan untuk mentransfer I / O data di delapan kali data tingkat
memori berisi sel, sehingga memungkinkan bus lebih tinggi dan harga lebih
tinggi pula dari harga sebelumnya puncak teknologi memori. Selain itu, standar
DDR3 memungkinkan chip kapasitas 512 megabyte hingga 8 gigabyte, efektif memungkinkan
maksimum ukuran modul memori 16 gigabyte.
0 komentar:
Posting Komentar